Data dan Fakta Gempa Tsunami Gunung Krakatau. 437 Korban Jiwa. 14.075 luka-luka

Tepat pada Hari Ibu kemarin, (22/12/2018) Indonesia diguncang kabar duka, terutama dari kancah musik tanah air. Beberapa personil sebuah band musik pop tewas diterjang tsunami saat konser di pantai Anyer. Bencana tersebut berasal dari erupsi anak gunung Krakatau. Bencana yang satu ini sangat dahsyat kerusakannya.

Berikut Data & Faktanya:

Fakta 1:
Sebuah dentuman besar tahun 1883 pernah tercatat dalam sejarah dunia sebagai letusan maha dahsyat yang bahkan dapat terdengar oleh 1/8 penduduk bumi pada saat itu. Letusannya menyebabkan perubahan iklim global, disebutkan bahwa dunia sempat gelap selama dua hari akibat debu vulkanis yang menutupi atmosfer, bahkan sebaran abu vulkanik merambat sampai di langit New York dan menghalangi sinar matahari hingga setahun berikutnya. Dentuman besar itu adalah gunung Krakatu yang terletak diantara Jawa dan Sumatera.

Fakta 2:
Bencana tsunami ini menelan korban yang sangat banyak, tercatat hingga pada tahun baru 2019 kemarin 437 orang meninggal dunia.
 14.075 luka-luka, 10  hilang, dan 36.923 orang masih mengungsi. Kemudian kerusakan menimpa 2.752 rumah, 92 penginapan/warung, 510 perahu, 147 kendaraan roda dua dan empat. Semuanya rusak oleh sapuan tsunami yang terjadi pada malam Minggu itu.

kondisi bencana alam

Fakta 3:
Bencana tsunami kemarin sulit diantisipasi karena tidak diketahui oleh pendeteksi. Menurut Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, peringatan tsunami tidak berbunyi karena penyebabnya bukan diakibatkan oleh gempa tektonik. Karena BMKG hanya memiliki sistem pendeteksi tsunami yang diakibatkan oleh pergeseran lempeng tektonik.

Fakta 4:
Puluhan ribu orang yang mengungsi. Di dalam prosesnya masih belum dapat memenuhi kebutuhan dasar untuk sekedar bertahan hidup seperti makanan, selimut, tikar, senter, obat oles nyamuk. Dan selalu akan seperti itu jika penduduk mengalami bencana.

korban bencana alam

Duka Banten dan Lampung, Duka Kita Semua

Berbagai bencana terjadi, tsunami Palu menerjang, kejatuhan Lion Air di perairan Karawang, dan gempa bumi di Lombok. Negeri ini tengah diuji coba.

Mereka yang kehilangan sanak saudara, harta benda, meski tak bersuara, sangat perlu uluran tangan kita. Saat tulisan ini dibaca, mereka yang selamat tengah berjuang untuk bertahan hidup di tengah keterbatasan. Lewat tangan kita, meskipun tidak berbentuk barang, setidaknya dengan doa akan sangat menguatkan. Semoga mereka yang selamat selalu dalam penghiburan dan perlindungan Tuhan. Amin!

Leave a Reply