4 Tips Menentukan Harga Paling Cocok Untuk Menu Makanan atau Minuman Usaha Anda

Bagi anda yang sedang ingin membuka usaha baru, pasti menghadapi tahapan penentuan harga jual. Kalau menetapkan harga terlalu mahal bisa membuat jualan tidak laku, tapi kalau terlalu murah juga nanti bisa rugi, malah kerja sosial. Inilah persoalan klasik setiap pengusaha. Tapi jangan terburu-buru menentukan, karena harga tidak boleh asal-asalan.

Kami Memiliki 5 Tips Menentukan Harga Paling Cocok Untuk Menu Makanan atau Minuman yang Anda Jual:

  1. Menetapkan Role Model.
    Bandingkan outlet anda dengan outlet sukses yang sejenis di kelas yang sama, kemudian tetapkan harga jual anda dibawah mereka. Mengapa? Karena outlet anda masih baru, jadi anda lebih membutuhkan promosi dibanding mereka.

  2. Sesuaikan Dengan Modal Anda.
    Modal yang dimaksud bukan cuma perkara bahan baku, tetapi juga biaya sewa, biaya karyawan, sampai biaya marketing. Kalkulasikan dengan target keuntungan anda. Setelah semua perhitungan selesai, anda akan mendapatkan suatu angka yang jelas.

  3. Perhatikan Lokasi.
    Pinggir jalan atau dalam mal? Sekolahan atau Kantoran? Tempat menentukan kelas usaha anda, yang berhubungan dengan harga dagangan anda. Sebaiknya menetapkan harga murah untuk lokasi menengah kebawah seperti pinggir jalan / sekolah, dan harga lebih mahal untuk lokasi menengah keatas seperti mal / perkantoran.

  4. Terapkan Kepada Diri Sendiri.
    Tips terakhir, karena ini adalah dagangan anda, coba hadapkan kepada diri anda sendiri. Apakah anda sendiri merasa worth saat membeli produk anda? Jika worth, maka sudah benar, tapi jika tidak, mungkin anda perlu menurunkan harga atau meningkatkan benefit.

Penetapan harga yang tepat dapat memaksimalkan potensi daya saing anda dalam pertandingan bisnis. Terus melakukan penyesuaian jika terjadi inflasi supaya usaha anda tidak mengalami kerugian. Semoga berhasil!

Tips! Untuk 5 Kesalahan Umum yang Dilakukan Pengusaha Pemula Dalam Bisnis Makanan dan Minuman

Berdasarkan pengalaman selama beberapa tahun, menangani berbagai macam situasi dan problematika dalam dunia bisnis F&B. Kami dapat melihat ada beberapa penyebab yang seringkali jadi biang kegagalan seorang pengusaha F&B, apalagi di era sekarang ini yang mana persaingan sudah sangat ketat, pemain baru dapat langsung berjaya dan pemain lama bisa langsung jatuh dan tidak bisa bangkit lagi.

Berikut ini kami merangkum 5 Kesalahan Umum yang Dilakukan Pengusaha Pemula Dalam Bisnis Makanan dan Minuman:

  1. Menganggap Enteng.
    Kesalahan ini adalah yang paling banyak memakan korban, biasanya karena tergiur melihat suatu outlet yang laris, lalu ingin langsung menirunya juga tanpa mempelajarinya secara mendalam terlebih dahulu, kesalahan ini juga seringkali dilakukan oleh anak muda yang hanya mengandalkan semangat dan sedikit pengetahuan. Yang paling buruk adalah jika sejak awal si perintis bisnis tidak berencana untuk turun sendiri ke lapangan. “Bisnis tidak semudah itu Ferguso!



    Tips: Sebaiknya mempelajarinya terlebih dahulu secara mendalam tentang bisnis F&B itu sendiri, terdapat banyak sumber informasi mengenai tips menjalankan bisnis. Tapi yang paling baik adalah jika langsung belajar dari yang sudah sukses mengerjakan.

    https://indobubbletea.blog/2016/05/16/tips-dan-inspirasi-untuk-pengusaha-pemula/

  2. Tidak melakukan promosi awal yang heboh!
    Jika poin pertama tentang sikap, kali ini adalah contoh teknis. Dengan tingkat persaingan seperti saat ini, anda sudah tidak bisa lagi mendapatkan kesadaran (awareness) customer tanpa melakukan promosi yang heboh. contohnya seperti:
    – makan puas, bayar seikhlasnya.
    – makan puas, bayar minumnya saja.
    – boleh tambah nasi atau sambal sepuasnya
    – beli 1 gratis 1 (minimal)

    Tips: Promosi tidak perlu dilakukan jangka panjang, bisa beberapa hari saja, hal ini bisa saja merugikan anda awalnya, tapi intinya membuat restoran anda terkenal, dibanding mulai dengan sepi, dan berakhir juga dengan sunyi, karena biaya rutin sewa dan karyawan tetap ada.

    https://indobubbletea.blog/2017/08/31/tips-agar-usaha-cafe-anda-booming-dikenal-banyak-orang/

  3. Tidak memanfaatkan media sosial.
    Kesalahan ini biasanya dilakukan oleh pemilik usaha generasi tua, baby boomer, bahkan gen X. karena tidak terbiasa dengan teknologi terkini. Padahal media sosial adalah media marketing yang paling murah, karena gratis. Tapi efeknya sangat luas, minimal usaha anda terdaftar di dunia kedua (maya).



    Tips: Banyak orang, terutama anak-anak muda terbiasa menggunakan media sosial dalam berinteraksi, kenapa tidak meminta bantuan kepada mereka yang mahir? Tetapi anda juga bisa mempelajarinya sendiri disini.

    https://indobubbletea.blog/2017/10/31/tips-cara-menggunakan-media-sosial-untuk-usaha-cafe-makanan-dan-minuman-part-1/

    https://indobubbletea.blog/2017/11/30/tips-cara-menggunakan-media-sosial-untuk-usaha-cafe-makanan-dan-minuman-part-2/

  4. Hemat dengan cara yang salah.
    Mengherankan? Bukankah hemat itu bagus? Ada pepatah “hemat pangkal kaya”, tapi antara hemat dan pelit itu beda-beda tipis lho.. Menghemat biaya sehingga membuat pelanggan tidak puas, sama saja membuat bisnis anda menuju bangkrut, karena tidak ada pelanggan setia. Contohnya seperti:
    – menghemat penggunaan AC sehingga pelanggan kepanasan.
    – menghemat jumlah karyawan sehingga pelayanan menjadi lambat.
    – menghemat modal menu makanan. Ini adalah yang paling buruk.

    Tips: Hemat perlu dilakukan secara benar, biaya besar yang tidak memberikan kontribusi boleh dihilangkan. Bagaimana mengetahuinya? Dengan cara mengukur seberapa besar pengaruhnya terhadap performa restoran atau outlet, kepuasan customer harus selalu menjadi prioritas.

    https://indobubbletea.blog/2016/08/11/5-tips-cara-membuat-restoran-cafe-anda-terkenal-dan-senantiasa-ramai-pengunjung/

  5. Tidak memiliki cadangan modal usaha.
    Ternyata modal usaha tetap memegang peranan penting, usaha yang sedang berkembang terkadang menghadapi situasi-situasi tidak terduga, seperti biaya marketing, musibah ataupun kondisi resesi. Modal cadangan berguna untuk mempertahankan nyawa usaha, sehingga tidak perlu gulung tikar.



    Tips: Membuat budget modal awal itu baik, tetapi jangan langsung memulai secara all in (nekat menggunakan seluruh modal yang ada). Karena tidak selalu makin besar usaha semakin baik, perlu disesuaikan dengan kelas dan target pasarnya. Anda dapat membuat skala usaha yang tepat sesuai dengan besar modal anda.

    https://indobubbletea.blog/finansial/

Diharapkan dengan tips dari kami, anda dapat berpikir kembali dalam strategi bisnis jika anda sedang berniat merintis usaha, atau mungkin sedang mengalami masalah dalam usaha. Kami doakan yang terbaik untuk anda, semoga usaha anda semakin maju, berhasil dan menjadi berkat untuk masyarakat.

Perbedaan Tipe Jenis Gilingan Biji Kopi, Kelebihan dan Kekurangannya. Mana Yang Cocok Untuk Anda?

Secangkir Kopi adalah Karya Seni

Sungguh disayangkan, karena minimnya informasi, masih banyak orang menikmati kopi secara tidak maksimal. Biji kopi yang harusnya baik, menjadi kopi yang buruk karena diperlakukan asal-asalan.

Jika ada 1 hal yang paling perlu diperhatikan dalam memperlakukan biji kopi, maka hal itu adalah cara menggiling. Karena hasil gilingan dapat mempengaruhi banyak hal antara lain:
– proses ekstraksi yang menentukan kualitas kopi itu sendiri
– tingkat kekentalan dan keasaman kopi yang dihasilkan
– after taste setelah diminum / diseruput
– ketahanan kopi saat penyimpanan

keterangan foto: penyimpanan biji kopi yang baik

Berikut penjelasan tiap jenis gilingan kopi dan contoh penerapannya:

  1. Bean. (Biji Kopi)
    Bean atau biji adalah kopi yang belum digiling sama sekali. Kopi jenis ini adalah kopi yg paling ideal untuk disimpan sebagai stok. Pastikan untuk menyimpan dalam wadah yang kedap udara untuk mencegah aroma keluar.

  2. Coarse. (kasar)
    Coarse adalah ukuran gilingan yang paling kasar. Tekstur dan ukurannya menyerupai garam laut. Jenis gilingan ini cocok untuk penyeduhan French Press, Percolator, dan Cupping.

  3. Medium. (pertengahan antara kasar dan halus)
    Medium sedikit lebih halus dari Coarse. Tektstur dan ukurannya seperti pasir. Jenis gilingan ini cocok untuk penyeduhan menggunakan cone (kerucut) atau datar, Siphon Coffee, dan Aeropress (dengan lama penyeduhan lebih dari 3 menit).

  4. Fine. (halus)
    Fine merupakan tekstur kopi yang sangat halus. Kehalusannya bahkan lebih halus dari garam meja. Ukuran gilingan jenis ini cocok untuk metode penyeduhan espresso, stovetop espresso maker, moka pot, serta Aeropress (dengan waktu penyeduhan 1-2 menit).
keterangan foto: jenis gilingan biji kopi paling umum

Setiap jenis gilingan kopi membawa ciri khas masing-masing dan layaknya sebuah seni memberikan nuansa yang berbeda-beda saat dinikmati.

Selamat menikmati kopi anda. Semoga bermanfaat!

Alasan Penting Mengapa Usaha Cafe Anda Sebaiknya Bekerjasama dengan Perusahaan Dompet Digital, seperti Gopay, OVO, Dana

Jika anda masyarakat yang tinggal di kota besar, pasti merasakan perubahan cara masyarakat bertransaksi di 1-2 tahun terakhir ini. Transportasi online tidak lagi dibayar dengan uang tunai, bayar belanja cukup dengan nomor telepon, membayar makanan di restoran hanya dengan scan barcode.

Sebenarnya perubahan apa yang sedang terjadi?

Semua itu karena hadirnya dompet digital! Smartphone kini bisa menjadi alat pembayaran dengan hadirnya dompet digital (seperti GoPay, OVO dan DANA) sebagai gaya baru yang praktis hingga mengalahkan metode uang tunai, inovasi ini diterima masyarakat dengan cepat karena strategi diskon besar-besaran hingga 50% – 60% yang dilakukan oleh perusahaan dompet digital tersebut.

Apa manfaat inovasi ini bagi anda sebagai pengusaha makanan dan minuman?

Berikut benefit yang telah kami rangkum:

  1. Harga Produk Anda Menjadi Murah.
    Harga produk anda di mata konsumen akan menjadi lebih murah karena konsumen mendapatkan diskon cashback yang diadakan perusahaan dompet digital (tanpa memotong margin anda) yang pastinya akan membuat outlet anda semakin ramai diminati.

  2. Mendapat Komisi dari Perusahaan Dompet Digital.
    Saat terjadi transaksi, pihak penjual pun mendapatkan komisi dari perusahaan dompet digital.

  3. Kemudahan Metode Pembayaran.
    Memudahkan transaksi bagi konsumen karena mendapat berbagai pilihan alat pembayaran. (Penulis sendiri pernah lho, tidak jadi berbelanja karena pembayaran dompet digital tidak tersedia).

  4. Marketing Gratis!
    Mendapatkan pemasaran secara gratis dari perusahaan dompet digital. Nama outlet kita akan terpampang di berbagai iklan yang dibuat oleh perusahaan dompet digital.

  5. Image Modern dan Up to Date
    Memberi kesan modern dan mengikuti perkembangan zaman. Hal ini merupakan citra yang positif untuk outlet terutama yang memiliki segmen pasar generasi milenial.

Oleh karena berbagai benefit yang ada kami menyarankan anda untuk secepatnya mengadopsi pembayaran dengan dompet digital (terutama GoPay, OVO, dan DANA). Jangan takut untuk melakukan perubahan, karena seringkali perubahan adalah cara untuk berkembang.

Risiko Disrupsi Bisnis Makanan dan Minuman Indonesia di Masa Depan

Dalam 2 dekade terakhir kita dapat melihat adanya perubahan besar dalam pola hidup masyarakat kita.

Yaitu, kita menjadi lebih suka jajan, makan diluar, bahkan memesan makanan dan diantar langsung ke tempat kita, memasak sendiri dan membawa makanan rumah sudah jarang sekali dilakukan oleh masyarakat di zaman sekarang ini, kalau pun ada hanya sedikit.

Alasan yang digunakan antara lain:

  1. Lebih praktis
  2. Rasanya enak
  3. Sedang ingin coba makanan tertentu

Ternyata karena gaya hidup masyarakat yang sudah serba instan, mereka tidak ingin membuang banyak waktu mereka untuk memasak makanan dari rumah, dan akhirnya memilih membeli makanan diluar. Bagi yang masih memasak dirumah tidak perlu merasa berbeda, memasak dirumah baik, hanya saja kita perlu membuka pikiran mengenai perubahan lifestyle masyarakat tentang kepraktisan.

Selain itu tidak dapat dipungkiri bahwa banyak warung – warung / restoran yang dapat membuat makanan yang rasanya enak banget! Sehingga membuat orang menjadi ingin coba, dan infonya tersebar ke seluruh orang di daerah tersebut, bahkan di tempat yang jauh oleh karena media sosial.

keterangan foto:
antrian ojek online saat membeli makanan di Ayam Geprek Bensu

food engage the emotion, not logic

Lalu risiko apa yang dapat ditimbulkan oleh situasi ini?

Sudah pasti persaingan antara warung, cafe, restoran menjadi semakin ketat karena customer pasti menginginkan yang terbaik. Ini akan selalu menjadi tantangan bagi pengusaha makanan dan minuman.

Jadi, sebagai pengusaha F&B apa yang sebaiknya dilakukan?

Berikut beberapa tips:

  • Ikut bekerjasama dengan layanan ojek online, seperti gofood & grabfood
  • Manfaatkan media sosial, seperti zomato & instagram

Tapi tips diatas hanyalah hal teknis, poin utama yang perlu dimiliki adalah, terus belajar, miliki pola pikir yang mau berubah (jangan sok tahu / keras kepala), karena tulisan ini pun akan menjadi sia – sia bagi orang yang tidak mau berubah.

because innovation never backward