Tips! Untuk 5 Kesalahan Umum yang Dilakukan Pengusaha Pemula Dalam Bisnis Makanan dan Minuman

Berdasarkan pengalaman selama beberapa tahun, menangani berbagai macam situasi dan problematika dalam dunia bisnis F&B. Kami dapat melihat ada beberapa penyebab yang seringkali jadi biang kegagalan seorang pengusaha F&B, apalagi di era sekarang ini yang mana persaingan sudah sangat ketat, pemain baru dapat langsung berjaya dan pemain lama bisa langsung jatuh dan tidak bisa bangkit lagi.

Berikut ini kami merangkum 5 Kesalahan Umum yang Dilakukan Pengusaha Pemula Dalam Bisnis Makanan dan Minuman:

  1. Menganggap Enteng.
    Kesalahan ini adalah yang paling banyak memakan korban, biasanya karena tergiur melihat suatu outlet yang laris, lalu ingin langsung menirunya juga tanpa mempelajarinya secara mendalam terlebih dahulu, kesalahan ini juga seringkali dilakukan oleh anak muda yang hanya mengandalkan semangat dan sedikit pengetahuan. Yang paling buruk adalah jika sejak awal si perintis bisnis tidak berencana untuk turun sendiri ke lapangan. “Bisnis tidak semudah itu Ferguso!



    Tips: Sebaiknya mempelajarinya terlebih dahulu secara mendalam tentang bisnis F&B itu sendiri, terdapat banyak sumber informasi mengenai tips menjalankan bisnis. Tapi yang paling baik adalah jika langsung belajar dari yang sudah sukses mengerjakan.

    https://indobubbletea.blog/2016/05/16/tips-dan-inspirasi-untuk-pengusaha-pemula/

  2. Tidak melakukan promosi awal yang heboh!
    Jika poin pertama tentang sikap, kali ini adalah contoh teknis. Dengan tingkat persaingan seperti saat ini, anda sudah tidak bisa lagi mendapatkan kesadaran (awareness) customer tanpa melakukan promosi yang heboh. contohnya seperti:
    – makan puas, bayar seikhlasnya.
    – makan puas, bayar minumnya saja.
    – boleh tambah nasi atau sambal sepuasnya
    – beli 1 gratis 1 (minimal)

    Tips: Promosi tidak perlu dilakukan jangka panjang, bisa beberapa hari saja, hal ini bisa saja merugikan anda awalnya, tapi intinya membuat restoran anda terkenal, dibanding mulai dengan sepi, dan berakhir juga dengan sunyi, karena biaya rutin sewa dan karyawan tetap ada.

    https://indobubbletea.blog/2017/08/31/tips-agar-usaha-cafe-anda-booming-dikenal-banyak-orang/

  3. Tidak memanfaatkan media sosial.
    Kesalahan ini biasanya dilakukan oleh pemilik usaha generasi tua, baby boomer, bahkan gen X. karena tidak terbiasa dengan teknologi terkini. Padahal media sosial adalah media marketing yang paling murah, karena gratis. Tapi efeknya sangat luas, minimal usaha anda terdaftar di dunia kedua (maya).



    Tips: Banyak orang, terutama anak-anak muda terbiasa menggunakan media sosial dalam berinteraksi, kenapa tidak meminta bantuan kepada mereka yang mahir? Tetapi anda juga bisa mempelajarinya sendiri disini.

    https://indobubbletea.blog/2017/10/31/tips-cara-menggunakan-media-sosial-untuk-usaha-cafe-makanan-dan-minuman-part-1/

    https://indobubbletea.blog/2017/11/30/tips-cara-menggunakan-media-sosial-untuk-usaha-cafe-makanan-dan-minuman-part-2/

  4. Hemat dengan cara yang salah.
    Mengherankan? Bukankah hemat itu bagus? Ada pepatah “hemat pangkal kaya”, tapi antara hemat dan pelit itu beda-beda tipis lho.. Menghemat biaya sehingga membuat pelanggan tidak puas, sama saja membuat bisnis anda menuju bangkrut, karena tidak ada pelanggan setia. Contohnya seperti:
    – menghemat penggunaan AC sehingga pelanggan kepanasan.
    – menghemat jumlah karyawan sehingga pelayanan menjadi lambat.
    – menghemat modal menu makanan. Ini adalah yang paling buruk.

    Tips: Hemat perlu dilakukan secara benar, biaya besar yang tidak memberikan kontribusi boleh dihilangkan. Bagaimana mengetahuinya? Dengan cara mengukur seberapa besar pengaruhnya terhadap performa restoran atau outlet, kepuasan customer harus selalu menjadi prioritas.

    https://indobubbletea.blog/2016/08/11/5-tips-cara-membuat-restoran-cafe-anda-terkenal-dan-senantiasa-ramai-pengunjung/

  5. Tidak memiliki cadangan modal usaha.
    Ternyata modal usaha tetap memegang peranan penting, usaha yang sedang berkembang terkadang menghadapi situasi-situasi tidak terduga, seperti biaya marketing, musibah ataupun kondisi resesi. Modal cadangan berguna untuk mempertahankan nyawa usaha, sehingga tidak perlu gulung tikar.



    Tips: Membuat budget modal awal itu baik, tetapi jangan langsung memulai secara all in (nekat menggunakan seluruh modal yang ada). Karena tidak selalu makin besar usaha semakin baik, perlu disesuaikan dengan kelas dan target pasarnya. Anda dapat membuat skala usaha yang tepat sesuai dengan besar modal anda.

    https://indobubbletea.blog/finansial/

Diharapkan dengan tips dari kami, anda dapat berpikir kembali dalam strategi bisnis jika anda sedang berniat merintis usaha, atau mungkin sedang mengalami masalah dalam usaha. Kami doakan yang terbaik untuk anda, semoga usaha anda semakin maju, berhasil dan menjadi berkat untuk masyarakat.

Leave a Reply